Sunday, October 22, 2023

Menulis sebagai Meditasi, Latihan #9 & #10

So today, I'm doing combo, soalnya kemaren ternyata gak sempet dan 2 hari yang lalu pun sebenernya gak masuk kuota waktunya... karena tetiba sakit perut dan harus siap2 berangkat mau pilates juga.

I've been thinking... about things that I thought would be a common sense, maybe also a simple thinking that every one will do... ternyata gak sesimple itu dan mungkin memang gak semua orang kepikiran hal yang sama.

Ordinary thing that I think every body would come up to the same thought, ternyata ya gak juga... gak semudah itu dan gak bilang orang lain bodoh juga sih... tapi memang, ada poinnya untuk bilang, my mind and way of thinking maybe and could be above average?

I've been thinking, gak yang kepikiran gimana sih... tapi mengira2... I think I am one of that old souls, yang walaupun masih muda tapi udah dewasa dan semacam udah tau gitu, sebenernya mau ngapain, semacam life doesn't surprise me anymore...

One of the thing that I remembered at the time when I went for Vipassana Meditation, someone told me... untuk bisa actually came and do the sitting is a calling and your good dhamma, not everyone privilege to have the calling. Well, I do believe it... but however, I don't have privilege enough to have such a family... or time to do sitting regularly there... I always thought maybe in the another life, but do I have enough good dhamma... I couldn't said so.

Makanya sitting sendiri aja ye kan...

Well, today is better, I can actually wake-up on 5ish, and do a really short meditation karena trus sakit perut dan sekarang bisa nulis lagi.

Emang gak gampang untuk bisa ngerubah kebiasaan untuk bisa lebih produktif dan aktif, kalau bandingannya adalah leyeh2 nonton drama... :d

Tapi ya gak ada salahnya dicoba... ini juga kan salah satu effort untuk mencoba dan dari beberapa tugas, aku masih hampir selalu melakukan tugasnya setiap hari.

Afirmasi setiap hari, Letter to My Self and My Blue Print, if time allowed. 

My Blue Print is powerful sih... jadi mau rutin melakukannya setiap hari. Letter to My Self juga lumayan mengurangi beban kepikiran... jadi semacam curhat gak penting gitu... to my self. Jadi mungkin rada beda konsepnya sama yang diarahin, tapi sementara ini aku bisanya gitu dan emang butuhnya gitu.

Kaya' ini juga latihan menulis random, sampe sekarang masih belom bisa... masih konsepnya bercerita, tentang sesuatu yang ada dipikiran... emang pikiranku loadnya banyak banget... mungkin nanti kalo semua udah tertulis, mungkin baru other thought can come and I can write about them...

Saat sekarang ini emang lagi gak tertarik untuk "mengarang" cerita saat pikiran aku sendiri masih kalut, gak kalut yang gimana sih... maksudnya masih unorganized, masih numpuk di sana-sini, masih berdebu dan banyak sarang laba2nya... persis kaya' rumah aku... hahaha...

Masih banyak kepikiran tentang orang2 lain... yang mungkin menyambungkan atau gak sengaja juga mikirin aku... 

Misalnya kaya' Chandra, mungkin aku jadi males yoga sama dia, karena dia too ordinary for me... walaupun menurut dia (atau menurut orang2 di sekitar dia) malah itu one of her great point (potential) to teach...

No I mean... I want my teacher to great, to amaze me... ya walaupun yoga dia lebih bagus dari aku, tapi dia terlalu memudahkan yoganya... gak ada challenge-nya gitu.... hahah! Sok jago... but at least, then I can have something I can proud of now... bisa kayang, udah lama bisa headstand, semoga sebentar lagi bisa handstand & pincha. Kalau berkutat sama dia terus, I can't do those things.

Gak akan bisa ikutan kelas Mas Arif, kalo semuanya gak bisa... at least sekarang yang gak bisa banget itu cuma, handstand, pincha sama arm balance... gak malu2in banget gitu... Ya walaupun emang bener yoga bukan tentang hal2 seperti itu... tapi mau gak mau, kita kan juga mau kemajuan, being stronger... even though our age, bukannya because our age then we just do yoga seadanya, walaupun yang emang sama yoga juga...

Anyway, maybe the concept is already different now... Group meditation pun karena murah juga dan ya supaya maksain akhirnya meditasi juga sekali seminggu 15 menit, to have a group meditation is a good thing, walaupun sebenernya dengan bayar, gak harus ikutan juga bisa... tapi aku orangnya gak enakan ya... hahah!

Kadang rada ganggu sih... currently at the point of ganggu sama curhat colongannya dia, I mean kalo mau cerita, ya cerita aja... kali kita bisa bantu ye kan... tapi kalo nge-hint mulu, jadi capek... bawaannya jadi nebak2 gak berhadiah, ya kali bener, klo salah kan ya gak penting juga sih mau bener mau salah... jadi gossip doang kan...

Oh iya, one of the thing I most grateful in my life is my husband... he's not perfect but he's just great for me. Kalo tadi maybe not in this life's family, but actually it's in this life husband... cuma ya tetep kan I can't left my family behind...

Gak sedikit, orang yang gak gitu beruntung sama pasangan hidupnya, atau dapet pasangan hidup yang ternyata malah nambahin beban hidup, yang hidup bersama tapi mungkin gak support dan gak having good relationship together... yang ternyata punya konsep belief yang berbeda. Yang demanding, or maybe unreliable.

Menurutku sih yang paling berat adalah yang punya konsep belief yang sama, yang actually will be a real turn-off for me. Harusnya sih emang sebelum memutuskan untuk menikah atau bahkan menjalin hubungan, couple must have a really long night conversation... ngobrol macem2 gak ada arah tentang segala hal, sampai larut malam, sampai berasa ngantuk, mungkin otaknya udah di gelombang gamma or beta? Hahah ya semacam itu lah... mungkin bagus juga kalo sambil rada mabuk? Jadi keliatan tuh... beliefnya dia, entah itu tentang politik, keluarga, leadership, reliability... and maybe others. Kan zong banget kalo udah married trus we have different political stance. Other people maybe can, I definitely can't. Ya mungkin orang yang bilang "can" itu juga udah karena kadung aja sih... Masa' mau cerai gara2 dia support Anies ya kan? Though thank God, my partner is not that kind of people.

Jadi tebakannya sih... Chandra itu semacam menyesal dengan suami pilihannya... or I can be totally wrong yaa... 

Mungkin untuk memutuskan bercerai itu memang gak mudah, apalagi kalau punya anak... kasian juga mereka liat orang tuanya berpisah... tapi kalau gak punya anak mungkin lebih mudah, atau mungkin ya gak juga lebih mudah... pasti banyak hal2 lain yang memberatkan... tapi dari pada jadi kepikiran, jadi penyakit... but we can always have an agreement, right?

Couples now do that... have an agreement, still can stay married but actually already off limit. Walaupun aku juga liat poinnya sih... Apakah pengennya punya batasan karena status? Apa gak mendingan cerai aja supaya bisa ketemu orang lain lagi? Tapi mungkin mereka juga mikirnya... ya kalo orang lain yang baru itu gak nambah2in masalah...

Tapi aku sendiri sebenernya bukan orang yang bisa "sendiri", somehow kaya' yang mencari2 aja gitu... either trus aku jadi flirting atau gimana... Hahah! Makanya sebenernya rada heran sih sama orang2 yang bisa gak in relationship in such a long time... Walaupun aku juga gak cepet nikahnya, malah mungkin termasuk telat juga... tapi before that we have 5 years relationship... and before him, ada yang agak deep, ada juga yang selewat. Bahkan pernah yang kaya' dijodohin sama dokter gigi, sama ponakannya... haha... gak yang dijodohin gimana, tapi dikenalin dan we actually met! Di mana coba? Di Taman Anggrek... hahah... aneh banget! So far gitu... and he turned me off completely by commenting my panda eyes... Hahah! Kamu gak tau smoky eyes yaa? Ya emang bukan sih, bener they're panda eyes!!

Sakit perut lagi... jadi udahan dulu... nanti disambung besok lagi. See you!

No comments: