Sunday, August 22, 2021

Cheese in The Trap

K-drama review because of… the k-drama is not particularly great but still I watched it till the end and found the story is bizarre or maybe just incomplete…


Jadi aku baru selesai nonton k-drama ini…

Cukup sampai jam 2.30 pagi saja, hahaha habis nanggung dan setelahnya (agak) menyesal…


Aniwei, kemaren lupa juga kenapa akhirnya nonton k-drama ini, biasanya sih karena soundtrack, trus kedua karena tokohnya..

Sonbe Joung ini jadi second-lead male di My Love From the Star, he’s actually very good in there.. Seol dari Goblin, not really a fan, karena actingnya kadang datar aja gitu… but I think she’s better here… lalu ada In-ha yang cantik dan menurutku emang rada gila, dan In-ho yang terlalu naive dan merasa selalu bener (padahal salah juga).


Aku suka sih sama pemeran In-ho ini, baru pertama liat dia di sini…


Jadi seperti biasa aja yaa… I will only talk about the OFF things from the story… ya mungkin nanti kalo keingetan bakalan nambahin bagian2 yang aku suka..


Eh, pertama… time-line-nya lumayan bener sih ini… walaupun ada missing piecesnya tapi overall (yang seingetnya aku sih… gak ada time-line yang aneh)…

Cuma mungkin ada yang lama berasa cukup cepet, atau yang harusnya cepet berasa cukup lama…


Kaya’nya perlu nyeritain background ceritanya juga deh, biar rada nyambung sedikit…


SPOILER ALLERT!


Mostly about Sonbe Joung psychological state… Jadi sejak kecil Sonbe Joung ini sudah menunjukkan kecenderungan sociophat (yang sebenernya adalah ketururan dari ayahnya).

Sayangnya si ayah ini konglomerat, jadi bawaannya malah khawatir anaknya bakalan bikin image perusahaan dia jadi jelek. Makanya trus malah keras ke Sonbe Joung dan bikin Sonbe Joung bikin couping mechanism yang rada serem, dia jadi manipulatif banget…


Si ayah punya psikolog yang bantu dia, sayangnya trus meninggal dan punya 2 orang cucu yatim piatu yang terus dia bawa ke rumah dengan harapan mereka bisa jadi temen Sonbe Joung, karena ini memang yang disarankan oleh Profesor Baek, Sonbe Joung sebaiknya punya saudara yang bisa dijadiin tempat berbagi.


Masalahnya… those 2 kids are not particularly great kids either… In-ha sangat manipulatif dan In-ho rada polos, sering gak mikir juga, tapi sangat supel dan pinter ngambil hati orang lain.

Yang ada, mereka malah jadi bahan perbandingan di rumah, Sonbe Joung jadi iri dan ayahnya jadi tambah punya ekspektasi yang lebih ke Sonbe Joung.


Nah time-line yang rada aneh cuma di sini.. tapi masih bisa dilurusin sih..


In-ho adalah pemain piano berbakat dan jenius, dia jadi sombong karena dia selalu menang kompetisi… lalu ada temen yang juga main piano (not really good).

Suatu saat, ada grand pianist terkenal yang konser di Korea, yang sayangnya bertepatan dengan hari In-ho berkompetisi. Tadinya In-ho bilang mau kabur dari kompetisi untuk bisa liat konser pianist ini dan minta tanda-tangannya dia.

Tapi entah kenapa, akhirnya dia tetep ikut kompetisi dan Sonbe Joung yang pergi ke kompetisi dan minta tanda-tangan di CD dan buku arrangement pianist ini.


Pada saat Sonbe Joung datang ke kompetisi, In-ho ngomong gak enak sama temennya yang juga main piano tadi (si temennya ini nanyain gimana si Sonbe Joung), eh In-ho malah ngomong gak enak, dan bikin Sonbe Joung sakit hati. Di hari yang sama ayah Sonbe Joung bilang mau adopsi In-ha & In-ho.


Jadi Sonbe Joung ini gak punya rasa percaya sama semua orang, dia selalu mikir semua orang punya niat manfaatin dia. Jadi gak ada orang yang tulus sama dia.

Ditambah lagi, supaya gak nimbulin masalah yang bakalan bikin ayahnya gak suka atau marah, dia jadi anak penurut dan selalu berkompromi dengan keadaan (jadi semacam ya udahlah… lupain aja, gitu terus… walaupun ada saat2nya yang trus dia jadi kaya’ bikin plot dan seolah balas dendam).


Kejadianlah ke In-ho, long story sort, In-ho dipukulin oleh gang di sekolah dan Sonbe Joung cuma ngeliatin aja. In-ho jadi marah dan merasa Sonbe Joung jadi dalang dibalik kejadian itu. Dia merasa Sonbe Joung gak suka dengan rencana ayahnya mau adopsi mereka dan Sonbe Joung sengaja ngeplot supaya In-ho dipukulin. In-ho dipukul tangannya oleh si temen yang maen piano tadi, padahal sih tangannya masih bisa sembuh, tapi karena dia benci sama Sonbe Joung, trus dia kabur dari rumah.


Setelah 5 tahun, dia balik lagi ke Seoul dan kelibet lagi sama Sonbe Joung dan Soul.


Sementara latar belakang Sonbe Joung kita simpen dulu.


Soul ketemu Sonbe Joung waktu ada acara makan2 bareng anak2 kampus, ceritanya Sonbe Joung baru balik wamil.

Anggap Soul baru masuk jadi tahun 1 dan Sonbe harusnya tahun ke-3… jadi setelah “beberapa kejadian” di acara itu, trus Sonbe Joung jadi jahat ke Soul. Lalu Soul gak tahan trus dia cuti kuliah (mungkin cutinya cuma 1 semester ya bukannya cuti 1 tahun).

Oh iya bener… Jadi tahun ke 2, Soul tahun ke-2 dan Sonbe tahun ke-4… mereka ketemu di acara makan2 lagi trus Soul mabuk dan bilang mau cuti lagi… ini rada gak jelas sih… sebenernya kapan Sonbe Joung ini jahatnya ke Soul…


Nah, setelah ini jalan cerita berubah total…

Besokannya waktu Bo-ra (temen deketnya Soul) mastiin ke Soul apa dia jadi mau ambil cuti lagi, tau2 Soul dapet kabar dia dapet beasiswa.

Emang salah satu alesan dia ambil cuti karena dia kerja sambilan untuk ngumpulin uang, untuk bayar kuliah.

Dan Sonbe Joung tau-tau mendekat sampai akhirnya dia minta Soul jadi pacar dia. Soul yang orangnya gak bisa nolak, mau aja jadi pacar Sonbe Joung.


Saat ini, muncullah In-ho dan In-ha juga.

Jadi selama In-ho pergi, In-ha tetep jadi tanggungan keluarga Sonbe Joung, dia deket sama ayahnya Sonbe Joung, malah dimanjain banget… tapi dia punya kebiasaan jelek, morotin cowok2 kaya…


Sama sekali gak jelas apa yang bikin Sonbe Joung “berubah”, setelah In-ho sama In-ha makan bareng sama keluarganya Sonbe Joung, Sonbe Joung bilang ke ayahnya supaya ayahnya nyerahin ke dia urusan In-ha & In-ho, dan bilang terutama In-ha harus belajar mandiri.


Perubahan Sonbe Joung ini emang dratis dan gak enak di In-ha, tadinya masih akrab, tau2 jadi dingin dan In-ha malah diusir dari apartemen yang disediain oleh keluarga Sonbe Joung.


Banyak kejadian yang bikin akhirnya Soul paham seperti apa Sonbe Joung sebenarnya…


In-ho juga jadi deket dengan keseharian Soul dan jatuh cinta ke Soul.

Walaupun Soul merasa dia gak cinta sama In-ho, tapi I have my own theory about this.


Sampai suatu ketika In-ha marah besar ke Sonbe Joung dan bikin Soul kecelakaan parah.

Dengan caranya, ayahnya In-ha masukin In-ha ke rumah sakit jiwa, dengan alasan supaya dia gak diproses masuk pengadilan.


Selama Soul koma, Sonbe Joung berpikir tentang apa aja yang sudah dia perbuat selama ini dan merasa dia harus mencari tau seperti apa diri dia yang sebenarnya. Jadi setelah Soul sembuh dia memutuskan untuk pergi. Soul dengan berat hati berpisah dengan Sonbe Joung.


Bagian yang rada ganggu adalah (kemungkinan) di hari yang sama In-ho ikut kompetisi piano, In-ha kirim message ke Soul bilang minta maaf dan ngasih tau Sonbe Joung akan pergi dan pesawatnya terbang jam 3.


Scene yang diperlihatkan Sonbe Joung di bandara sendirian dan bolak-balik liat ke arah luar, seolah nunggu seseorang datang. Dan diperlihatkan juga Soul di rumah, sudah pake mantel, bawa tas tapi trus nangis di kamar.


Kalo aku nebak sih, entah Soul akhirnya dapet info dari In-ha atau bisa nebak sendiri. Yang kirim pesan itu bukan In-ha tapi Sonbe Joung, karena HP In-ha yang nomornya disimpen oleh Soul kan HP yang sudah dikasih ke Sonbe Joung oleh In-ha. Jadi Sonbe Joung masih manipulatif.


Scene penutup adalah setelah 3 tahun berlalu, Soul kerja di perusahaan gede dan sekantor dengan seniornya yang deket dengan In-ha. In-ho jadi pianist. Bo-ra punya toko baju dan Eun-tak jadi model terkenal. Soul dalam 3 tahun sudah jadi manager, trus bilang di kehidupan kita memang akan selalu ketemu orang2 yang ‘modelan’-nya kaya temen2nya waktu kuliah.

Dan dia juga males untuk mencoba mengenal orang lain (Bo-ra dan Eun-tak nyoba nyomblangin Soul lagi) dengan usaha seperti dia mencoba mengenal Sonbe Joung.


Diperlihatkan, Soul sebelum pulang kantor cek email yang dia kirim ke Sonbe Joung, ada 15 email unread. Waktu dia menyebrang jalan, dia kaya’ ada feeling gitu, trus dia nengok ke belakang, tapi dia gak yakin apakah itu bener Sonbe Joung.

Setelah sampai di rumah, dia buka email lagi dan liat email2nya masuk belum di-read, tapi setelah dia berdiri karena dipanggil makan oleh ibunya, ternyata salah satu emailnya sudah di-read.

Jadi kemungkinan Sonbe Joungnya sudah pulang.


Selesai…


Capek ya… padahal ini cuma intinya aja.

Kalau menurutku yang gak jelas itu adalah apa yang bikin Sonbe Joung berubah drastis ke Soul, memang ada scene yang menceritakan Sonbe Joung mulai tertarik sama Soul dan omongan temennya yang bilang sebenernya Sonbe Joung dan Soul itu mirip.


Setelah mereka deket memang beberapa kali terjadi salah paham, Sonbe Joung masih merasa Soul itu ada ‘mau’-nya jadi deket sama dia dan hal-hal lain juga.

Tapi Soul sangat pengertian dan mau menerima Sonbe Joung yang seperti itu, walaupun Soul sebenernya juga paham ada ’jarak’ di antara mereka, misalnya status sosial yang sangat berbeda. Makanya Soul jadi sensitif pada saat tau kalo Sonbe Joung yang ‘bikin’ dia dapet beasiswa.


Itu lah yang menurutku walaupun chemistry antara Soul dan In-ha malah lebih bagus daripada Soul sama Sonbe Joung, sayangnya Soulnya sudah menutup hati untuk orang lain selain Sonbe Joung.


Yang gak jelas juga, sebenernya apa yang sudah In-ha lakuin untuk Sonbe Joung selama ini, sampe In-ha bilang sudah jadi bonekanya Sonbe Joung…

In-ha memang berharap akan jadi istri Sonbe Joung suatu hari nanti, tapi ya di antara mereka emang gak ada apa2…


Kemaren yang bikin penasaran juga adalah tulisan ini, sempet gak pengen baca, karena katanya pada gak terima endingnya. Setelah selesai nonton, baru baca tulisannya, sempet gak paham endingnya kenapa… ternyata setelah dipikir2 baru ngeh maksudnya apa.


Aku gak tau cerita di webtoon-nya gimana, tapi seperti pada umumnya adaptasi novel/cerita dalam bentuk lain ke film/series, sudah pasti akan ‘beda’ jadinya.


Kalo mereka protes, di dua episode terakhir yang lebih menonjol malah In-ho dibanding Sonbe Joung, ya wajar sih… kalo aku malah merasa sejak In-ho jadi makin deket sama Soul, Sonbe Joung makin ketutupan. Apalagi memang karena Sonbe Joung kerja dan jarang ketemu Soul, hubungan mereka juga makin renggang, ditambah makin keliatan Sonbe Joung itu sociophat. Aku sempet merasa ini protagonis rada antagonis…

Makanya aku bilang chemistry antara In-ho dan Soul lebih kena, dan kalo misalnya Soul mau membuka ‘hati’ untuk In-ho, mereka mungkin akan lebih cocok.


Beberapa cuitan di twitter tentang k-drama ini (^^)9

No comments: