Monday, June 25, 2018

Lebaran dan Tradisi Pulang Kampung (Mudik)

Dulu... waktu masih tinggal serumah sama orang tua... Mamaku sempet bosen liat liputan mudik di tivi sepanjang masa lebaran... Pasti ada berita tentang kemacetan, pasar tumpah, kecelakaan atau tempat wisata yang penuh sesak... Mungkin sudah sejak lebih dari 20 tahun yang lalu tradisi ini sudah berlangsung... I mean the one with televised version...

And then, one day I decided I wanted to marry a Javanese man... that tradition is a must now.
Bukan bermaksud SARA yaa... tapi dari pandangan kami (at least my family), suku Jawa itu sangat mementingkan untuk bisa mudik setiap berlebaran...

Mundur sebentar deh, sedikit latar belakang keluarga intiku.
Almarhum Abah dulu kerja di Bank Exim, pada saat perusahaannya memutuskan bahwa Abah cukup qualified untuk naik pangkat, ada satu keharusan untuk pindah2... Sesuai kebutuhan, setiap saat harus selalu siap pindah... Dengan kurun waktu dari bisa cuma beberapa bulan sampai biasanya maksimum 4 tahun di satu kantor/daerah...
Jadi sejak aku umur 4 tahunan, kami secara periodik pindah2... syukurnya sih gak ada yang cepet banget... sekitar 2,5-3,5 tahunan gitu deh baru pindah...
Dan selama merantau ini, apakah kami pernah mudik? Jawabnya gak...
Yup! With whatever reason my parents had, sekalinya aku datang lagi ke kampung halaman itu adalah setelah aku SMA, dan liburan bukan lebaran dan gak betah... >.<

Jadi bisa diambil kesimpulan bahwa urusan mudik bukan kewajiban keluarga kami... Dan dulu gak pernah merasa "kesepian" lebaran di kampung orang juga sih...

Lalu, setelah cukup umur, aku yang merantau... mencari kerja dan jadi pendatang di Jakarta.
Ketika belum menikah, pernah sekali gak pulang ke rumah... karena alesannya liburnya nanggung, belum mampu beli tiket pesawat (dulu masih mahal cyin...) dan kebetulan pacar waktu itu juga gak pulang karena... dia lebih jauh lagi kampungnya... :D

Selebihnya... Ya! Aku adalah pejuang mudik yang pernah merasakan 30 jam perjalanan bis Malang - Jakarta... Atau akrobat bawa cake dari pesawat Jakarta - Surabaya lanjut naik bis Surabaya - Malang... Trus akrobat lagi pulangnya karena harus bawa pot anggrek sampe bunganya patah entah dimana... Karena mudik itu bukan cuma tentang perjalanannya tapi juga tentang oleh2 dan titipannya...
Dan setelah libur lebaran habis, ketika harus kembali merantau... Aku adalah pendatang yang was2 takut kena rajia KTP PemKot DKI :d

Lalu setelah menikah... Mudik adalah kewajiban... Gak mudik is a disgraced! Kami cuma pernah sekali berlebaran bukan di Jawa, karena waktu itu ada ide untuk membawa suami ke kampung halaman... Selebihnya kami adalah bagian dari orang2 yang pulang ke "Jawa"... karena juga Mamaku sekarang menetap di Malang dan gak ada keinginan untuk pulang kampung lagi...

Untuk aku si introvert sejati... Perjalanan pulang kampung adalah "penderitaan" tersendiri... :d
Walaupun sekarang karena sering pulang bawa mobil sendiri, apalagi pas mudik kemaren, bawaan hampir gak terkontrol... Apa aja mau dibawa, tapi... uhuk! Menyesal waktu memutuskan untuk gak bawa buku lebih XD
Bawaan banyak itu adalah suatu mekanisme untuk memastikan semua kebutuhan selalu ada, seperti di "rumah sendiri"...

Eh, iya nanya ya kenapa jadi menderita??
Sebenernya gak cuma karena sifat introvert sih... karena kalau pergi, kucing2 jadi harus ditinggal dan dititipin... Efeknya mereka seringnya jadi stress beberapa saat... Dan aku kangen trus kepikiran juga sih...

Kalau pas hari lebarannya di rumah mertua... atau pas ketemu sama keluarga/tetangga rumah suami, aku tuh sering roaming kalo diajak ngomong bahasa Jawa.
Sering merasa bersalah, karena mereka pasti bete' pas ngajak ngobrol tapi gak nyambung atau mungkin juga aku dianggep 'bodo' XD
Iya! Masalah bahasa ini emang handicap aku banget... Iya, disamping handicap2 lainnya... :d

Ya... Walaupun aku yakin suamiku juga pasti agak roaming kalo dia pas ada di rumahku... hehe...

Memang bener wejangan ketika memilih pasangan hidup, jangan cuma mentingin pasangan kita... tapi pertimbangkan juga keluarga besarnya... karena gak bisa dipungkiri, kamu juga akan jadi bagian "mereka"... Kamu harus bisa menerima mereka dengan tangan terbuka, seperti mereka yang juga mau gak mau menerima kamu dengan segala kekurangan kamu...

Setiap mudik (gak harus cuma pas lebaran sih...), somehow I really grateful for my husband... I mean I don't easily like people... I think I mostly hate people in general... but I think my husband is an almost perfect person despite of things that sometimes he does just to annoy me...

KENAPA??

Iya, pasti penasaran kan...

Jadi gini... Kalo ketemu sama keluarga suami atau even keluargaku sendiri (abang2ku), I hate most of them... Banyak banget kritik yang pastinya gak akan pernah aku omongin ke yang bersangkutan sih... Koq gitu sih, koq gini sih... Komplen terus bawaannya...
Banyak hal, dari pandangan politik, masalah agama atau tentang keputusan2 kecil dalam kehidupan mereka...
Yeah! I know I judge people... that's why I think I don't like them too much...
Tapi yaa... It's their life sih... I don't have any right to say anything...

Aku tuh hampir selalu menjaga omongan kalo pulang, terutama kalo ke rumah mertua... karena I know that my mother's in law is very sensitive and I very aware that I'm not her favorite in law :d
I know that she thinks that I abandon her son (not take care of him as much as she wants)... and she's always thought that he deserved someone better... XD

Tapi ya ampun... bikin gemes sih kadang... tapi ya mau gimana juga sih... kan masing2 sudah berkeluarga, pasti mereka punya (atau gak punya) pertimbangan sendiri2...

Satu hal yang sangat aku jaga untuk gak berkomentar adalah the way they raise their children... Karena apa? Because I don't have any... I don't want to get feedback... What do you know when you're not having one?!
Jadi ya akhirnya ngeblog aja deh... :d

Mungkin memang gak gampang punya anak, pasti ada banyak kekhawatiran yang malah menggiring kita untuk mengambil keputusan yang kurang tepat...

That somehow, I feel blessed that I can't have a child of my own.
That somehow, a child is not something that I can program or build the way I want... that s/he must have their own wants or needs... that if I let s/he be I'll let loose something I can't control but I do want to control because I don't know what kind of a person s/he will be if I don't...
That somehow, a child means so much time that I don't really have...
That somehow, I'm really really an egoistic person... that I want people to take care of me instead of I take care of them...
That somehow I will be lonely...

Yeah! What a sad thing to think about...
That somehow, you'll need your family after all...

Anyway... the good thing is... I live far away from every one... I just need to see them a couple of times a year... ;-)

No comments: