Thursday, May 1, 2014

what should i do?


udah lama gak curhat dan emang udah lama juga pengen curhat… XD

dan ini adalah curhat campur aduk… :d

kemaren2 ini baru selesai baca buku… judulnya Gone Girl oleh Gillian Flynn, buku keren yang tokohnya sakit jiwa… tapi setelah dipikir2, dibanding tokohnya yang sakit jiwa, pasti pengarangnya lebih sakit jiwa… XD

nanti aku akan ngebahas tentang bukunya, tentang detil ceritanya [yang aku inget]… jadi klo berniat pengen baca bukunya, jangan baca post entry ini… karena ini bakalan super spoiler… :D

tokoh utamanya adalah suami istri Amy Elliot & Nick Dunne…
cerita dibuka dengan hilangnya Amy di hari ulang tahun pernikahan mereka yang kelima… dan dengan berkembangnya cerita… Nick sudah otomatis jadi tersangka utamanya… karena Nick ini memang sangat mencurigakan…

inget pepatah atau kata2 bijak, selalu ada 2 sisi dari setiap cerita?

nah buku ini bener2 membeberkan sisi2 lain dari satu cerita, dan menunjukkan bahwa satu fakta sebenernya bisa aja diselewengkan menjadi banyak "fakta" lainnya sesuai bagaimana si pencerita menceritakannya kembali… walaupun hanya ada satu kebenaran… menurutku… ;-)

cerita dari awal sampai akhir, selalu dilihat dari 2 sisi yang berbeda, dari sisi Amy dan sisi Nick…

awalnya dari sisi Nick dan diselingi dengan diary entry dari sisi Amy…

awalnya… agak sebel2 gimana gitu sama Nick, sekaligus sedikit merasa bersalah juga… karena koq kaya'nya emang Amy ini sebagai istri agak abai, makanya Nick selingkuh… yup! Nick selingkuh… nyebelin kan?

tapi makin cerita berlanjut, semakin terbuka rahasia, bahwa Amy sudah tau Nick selingkuh sejak hari pertama Nick selingkuh, dan Nick gak sadar kalo istrinya tau… padahal Nick itu selingkuh selama setahun lebih…

dan selama itu Amy memendam perasaannya sambil merencanakan balas dendam…
yang eksekusinya dilakukan di hari ulang tahun pernikahan mereka…

awalnya Amy ingin menjebak Nick sehingga seolah2 Nick terlihat seperti membunuh Amy dan Amy pun pada satu ketika akan bunuh diri, sehingga Nick tidak mungkin lolos dari tuduhan pembunuhan dan di hukum gantung…

tapi di pertengahan jalan, rencana berubah… karena Amy kehabisan uang [dirampok oleh tetangga motel XD], Amy meminta tolong kepada seorang teman lama yang kewarasannya juga agak terganggu… Amy merasa terjebak, lalu mencari jalan bagaimana keluar dari jebakan Desi Collings dan kembali ke Nick… supaya tidak ada yang bisa mematahkan kesaksiannya, Amy membunuh Desi dan membelokkan jebakan2 yang tadinya diarahkan ke Nick jadi seolah2 Desi lah yang melakukannya sejak awal…

walaupun memang kesaksian Amy sangat didukung oleh bukti2… tapi seharusnya polisi bisa lebih jeli untuk mencari fakta dari setiap kesaksian Amy…

misalnya sexual abuse yang Amy lakukan terhadap dirinya sendiri dan mengakuinya seolah2 dilakukan oleh Desi, walaupun Amy membawa serta bukti sperma Desi, seharusnya dokter bisa melakukan pemeriksaan seberapa lama sexual abuse itu sudah dilakukan dan melakukan pengecekan time frame-nya kan…

lalu pertanyaan2 Nick, bagaimana Amy bisa mendapatkan pisau steak yang dipakainya untuk membunuh Desi… yang dijawab oleh Amy hanya dengan "ingat sebenarnya kami itu teman", jadi bukan seperti yang diakuinya bahwa dia adalah tawanan Desi…

perubahan minat Amy yang awalnya ingin bunuh diri dan Nick dihukum agak kurang oke kalau menurutku… lalu bagaimana dia "menjebak" Nick dengan kehamilan… dan Nick dengan pasrah menghapus tulisan "versi Nick" karena ancaman Amy… seharusnya bisa aja Nick gak bener2 menghapus tulisannya, tapi tetap menyimpan copy-nya or something…

tapi at the end, walaupun samar, memang diisyaratkan… kadang2 walaupun bersandiwara, Nick dan Amy agaknya sering seolah2 lupa kalau mereka bersandiwara, dan sedikit menikmati kebersamaan mereka berdua…

yang jelas Amy itu psikopat yang mengerikan dan Nick juga agak gila tapi lemah…

yang mengganggu pikiranku pada saat membaca buku ini… diawal2 cerita banyak diceritakan tentang latar belakang kedua tokohnya… bagaimana Amy yang kisah hidupnya ditulis oleh kedua orang tuanya yang psikolog menjadi buku cerita anak dan mengharapkan anaknya berlaku seperti tokoh yang ada di dalam tulisan mereka…

lalu tentang Nick yang "benci" kepada ayahnya karena sifat ayahnya yang pemarah dan pembenci, dia bertekad untuk tidak akan menjadi seperti ayahnya…
Nick, laki2 flamboyan yang selalu berusaha disukai semua orang…

hhhmmm… looks familiar… yeah… it's me… i'm too aware of myself… too sentitive for other's reaction towards me…

terutama di kantor, sepertinya selalu berusaha untuk menampilkan wajah ceria, padahal orang2 juga gak selalu ceria koq… dan merasa bersalah, jika "mengecewakan" orang lain… walaupun orang2 lain juga santai aja…

emang sih… masalah hidupku sejak dulu adalah terlalu serius, overthinking about everything, tapi kadang2 tetep aja merasa ada yang kelewatan… XD

pengen berubah untuk menjadi tidak terlalu sensitif dan bisa jadi santai… gak usah terlalu peduli… santai aja lah…
tapi susah… tapi harus…

apalagi karena suasana kantor yang seperti sekarang… yang kaya'nya gak ada yang namanya kerjasama untuk tujuan bersama, yang ada cuma… ini kerjaanku… itu kerjaanmu, kerjaanmu adalah gimana supaya bikin kerjaanku beres, walaupun lupa ngeliat, ngerjaannya itu udah beres belum… gimana kerjaan mau beres, kalau bahan mentah yang mau diolah juga gak beres… -__-

terus terang, working at the office now almost unbearable… yaaaa…. emang sih masih bisa ditahan… tapi duh! rasanya gak sabar pengen cari kerjaan lain aja… yang padahal sih… bukannya bisa mastiin problem free juga sih…

kadang kepikiran, kerjaan di bidang ini, yang ada adalah same shit different place aja… yeah! that bad… i know that at some point i will feel the same again just like now… i just prolong the conditions with a decoy named transition/adjustment to a new environment…

padahal pindah kerja juga gak segampang itu sih… pengen pindah bagian juga, sebenernya gak segampang itu sih… walaupun kaya'nya emang rumput tetangga akan selalu kelihatan lebih hijau dari rumput di halaman sendiri…

but i still need the money… what can i say?

jujur, aku pengen dipromosiin, pengen dianggap jadi orang penting… tapi aku juga pemberontak, disaat punya bos yang pengen anak buahnya nurut tanpa bantahan… tapi dia memang gak niat banget bwat promosiin… jadi kemungkinan untuk bisa dipromisiin itu emang kecil...

tapi kalau dipikir2, apa enaknya sih dipromosiin? jadi manager, punya tanggung jawab gede… bukannya enakan jadi anak buah aja dan punya manager yang bisa dijadiin bemper? :d

tapi tetep aja ada perasaan gak rela… kalau misalnya ada orang lain, apalagi yang selevel atau bahkan yang ada dilevel di bawah aku yang dipromosiin… yaaahhh… tapi dengan gayanya dia yang "sok" deket dan selalu pulang malem untuk nyelesein kerjaannya… sepertinya sih… gak akan heran kalo dia dalam waktu deket bakalan dipromosiin dan aku bakalan stuck aja disitu… :d

walaupun ada juga perasaan gak rela, kalau nanti aku resign… yang seharusnya dapet yang lebih baik, seperninggalnya aku, dia lah yang bakalan dipromosiin… hihi… gak relaan banget sih yaaa… padahal udah gak ada hubungannya juga…

yeah! i'm that pathetic… i hate myself, and i'm overly criticize myself lately…

stress sendiri karena kelakukan diri sendiri… XD

yang harus aku lakukan sekarang adalah mendefinisikan keinginan aku… yang bener2 pengen aku lakukan…

1. pindah ke Marketing
2. pindah ke kantor lain
3. dipromosiin jadi manager
4. resign dan jobless dan gak punya uang

banyak pilihan… semua dengan konsekuensi…
padahal dengan posisi rumah yang udah deket kantor, gak ada alesan "capek pulang-pergi ke kantor" lagi…
harusnya jangan resign dulu… kerja aja dulu… kan lumayan gajinya…

kalo resign dan jobless itu rasanya egois banget yaaa…
menyia-nyiakan waktu dan kesempatan…
walaupun misalnya ngerasa gak "perlu" banyak uang… toh uang yang didapet dari gaji itu bisa disumbangkan untuk orang2 yang lebih memerlukan… jadi sesuatu yang berguna untuk orang lain…
egois banget rasanya sekarang untuk membuang pekerjaan yang sebenernya gak berat2 banget kalau gak terlalu dipikirin dan dirasain capeknya… T_T

jadi option 4 udah seharusnya dicoret yaaa…

** semalem ditinggal tidur dulu… :D

jadi sampai mana kita?

opsi 3,  jadi manager… sebenernya siapa sih yang gak mau jadi bos… privilage-nya itu lho… tapi setelah membanding2kan… i know i over analyze everything… sebenernya jadi bos itu gak enak2 bener juga… karena pasti ada aja yang ngerasa kita gak adil, mau enaknya sendiri, gak bisa memperjuangkan nasib anak buah, incompetent… bla bla bla… yup, everything what we have thought about our boss coming our way…

sampai2 aku pikir, memang pada dasarnya aku itu kurang cocok jadi bos, eh manager… kali yaa… XD

belum lagi, tanggung jawab untuk memastikan kerjaan semua beres, belum lagi klo punya anak buah sotoy… :P

tapi balik lagi ke pemikiran diatas… klo gak jadi manager, jadi orang lain dong yang akan mengisi posisi itu… sooner or later, udah siap belum?
haha… i've never thought of me being stuck in one position… i guess… i also never thought that i might work until the time i couldn't work anymore… retired at the same position as previous 10 years… what a stuck… i mean… i don't know…

makin kesini koq merasa makin minderan yaa… merasa diri tidak cukup baik, karena memang tidak mendapat kepercayaan untuk menjadi lebih baik…

mungkin memang sudah waktunya untuk pergi mencari tempat baru… karena aku merasa kalau aku tetap disitu, aku gak berkembang… yeah… doesn't matter if i get to be a manager or not… it will be that job all over again… i knew everything, and i had enough…

so, can we say… coret opsi 3?

opsi 2, pastinya selalu jadi jalan keluar yang menjanjian… bahwa ada suatu kantor di luar sana yang kelihatannya keren banget, tapi setelah dimasuki ternyata… same old full of problems office… :D

dulu kantorku itu sangat menyenangkan… i mean, what you ask for more? walaupun posisi jadi turun dan gaji juga gak signifikan naik dibanding kantor sebelumnya… tapi tunjangan oke lah… temen2 nyenengin, walaupun yaaa… yang namanya bos, emang ada yang nyenengin? hihi… ada sih… but not here... :D
anyway, kantor ini dulu punya standard, and that standard is strict … every one should follow, or you should talk to my boss and he'll decide…

sekarang setelah merger, semua kacau balau, tunjangan dipangkas, orang2 kantor itu rada2 gimana gitu… lalu standard kerja? well, go to hell to standard, we have to fight for a decent minimum standard… everything as anything you want if you want… nobody cares…

i know… i can ignore and don't care… sometimes now i do, but most of time, i hate it…

lalu apa kabar si bos? he's becoming less, karena tambah satu bos lagi… yang somehow more… XD

can i get fired because writing this down on post it on my personal blog, i guess so… so… i think i'll slow down a little bit… i think you all can guess what i mean, and if you don't… just don't think about it too much…

anyway, now… the office is full of drama, every day… there's a new drama… more drama more stress…

bisa gak sih cuek aja? bisa siiihhh… tapi kan…
yaaahhh… i know, i'm going to say that not who i am…
but i guess, that the consequence of being in the environment we don't approve, we become more like that such environment… :(

jadi sebenernya memang lebih baik mencari lingkungan yang lebih supportif, tapi nyari dimana yaaa??

so, option 2 is better…

tinggal opsi 1, opsi 1 memang pilihan kompromi, we don't get ride of the drama, but we choose the new kind of drama…

yeah! i know… option 1 is not a problem solving, but less effort than the second one… i get to keep my salary and my title,  and i also get to have new kind of jobs… new kind of boss… more bosses to fuss me around…

yeah… not really less effort siiih… karena sebenernya i don't know i can move myself to Marketing, since the decision is not mine to make… :d

jadi mari kita memetakan masalah…

1. aku sudah gak merasa cocok sama lingkungan kerjaku yang sekarang, merasa bosen, stuck, a bit upset too
2. aku merasa aku semakin berubah menjadi less who i was before… i have my own standard, i almost don't have it now…

standard yang bagaimana sih? yang diributin aja dari tadi… hmmm… gimana yaa… aku jadi bingung sendiri…
agak susah untuk menjelaskan dengan kata2… jadi...

3. aku harus merumuskan ulang… aku yang seperti apa yang aku pengen… karena kalau aku biarin aja keadaan seperti ini, somehow… i'll end up hating myself…

yeah… those above would be the answers…

so… thanks for reading my post! see you again soon… :D

No comments: