we do hard to let go our memories yah?
baca posting Na tentang 'masa lalu' dan karena kemaren dapet telepon dari temen SMP dulu... yang... i know i know... he has a crush on me back then... but... gimana yah? bahkan klo misalnya kita travel back in time... vi gak ngerasa vi juga bakalan naksir ma dia... walopun kita mungkin bisa jadi temen baik yang akan lebih akrab...
jadi mengingat2 cerita lama... dan emang kaya'nya tipe cerita cinta vi emang begitu... naksir ma anak kelas sebelah... seneng banget klo lagi baris sebelum masuk kelas (hihi... ngapain sih yah sebenernya mesti baris dulu... :b ), trus klo upacara ato klo lagi olahraga bareng ato ada acara bareng [satu sekolah maksudnya... :D ]...
dan selain naksir dia... vi juga naksir ma anak cakep yang rumahnya di seberang kompleks perumahan vi... dan bwat ngecengin tu cowok, vi bakalan nangkring diatas pohon jambu klutuk merah yang... lumayan manis klo dapet yang mateng, sayangnya kecil2 buahnya... hihi... vi iseng banget yah? lagian apa orang2 gak heran yah liat anak cewek tomboy yang suka tiba2 ada diatas pohon? :D
jadi sama sekali gak kepikiran temen vi yang satu ini... lagipula vi lebih sibuk dan rame sama temen2 cewek vi sejak kelas 2... yang walopun udah beda kelas pas naek kelas 3-nya... kami selalu ngumpul bareng lagi berempat klo pas istirahat... kadang suka maen bareng pulang sekolah... Via, Niken, Dian ma Dany... :D
lalu kemaren dia menelepon... yang terus terang vi sangka my eks yang ogah banget klo mesti diramah2in... hihi... rugi taaaooo... :b
vi gak nyangka lhoh... klo perasaan 'gak sebanding' ma vi ato ma temen2 laen bikin dia sangat2 gak pe-de dan masih dibawa2 sampe sekarang...
bahwa dia merasa klo dia sekarang udah sukses dan sangat2 jauh lebih 'bermodal' dibanding dulu pas smp dan yang bikin dia 'bangga' banget adalah karena keberadaan dia sekarang adalah hasil upaya dan jerih payah dia sendiri... yang dia bilang harus dua kali lipat usahanya dibanding dengan orang2 lainnya...
oh gitu yah?
jadi bikin vi 'ingin' melihat hidup vi sendiri...
terus terang... dan mungkin harusnya bikin vi merasa sangat2 bersyukur... bahwa selama vi sekolah dulu... sampe lulus jadi sarjana [sama sekali bukan bermaksud sombong tapi lebih karena memelihara malas akut yang mendarah daging! :D ] vi gak pernah merasa harus berjuang untuk belajar... [atau mungkin bahkan untuk hidup vi sendiri...] dan sekarang karena faktor usia yang bikin vi emang rada2 bolot... klo mo ada ujian apapun [sekali lagi klo malesnya gak lebih menang...] vi belajar juga sih... dengan cukup giat... :b
tapi vi tidak merasa klo kehidupan vi sekarang lebih baik daripada dulu atopun lebih jelek juga dibanding dulu... karena vi merasa ya inilah hidup vi nothing more and nothing less and i guess i dont wanna have it any other way...
klo dulu... vi kan masih kecil... apa sih yang vi punya selain kepunyaan orang tua vi?
dan dulu pun vi juga gak pernah terlalu mempertimbangkan bahwa siapa itu anaknya siapa dan berapa kaya mereka... karena yah... pasti dong keluarganya yang kaya bukan mereka sendiri sebagai pribadi...
lalu apakah klo dulu ada seorang cewek yang 'terkenal' banyak disuka oleh cowok2 dan sekarang unfortunately cuma punya warung dan harus bercerai dengan suaminya lalu harus menjadi lebih tidak beruntung dibanding dengan dia yang mungkin sekarang jabatannya sudah jadi wakil kepala cabang bank pemerintah di kota Gorontalo itu?
sorry, honestly i dont think so... and i dont dare to judge such thing... :)
dan kita masih berteman sampai sekarang pun... adalah karena memang dia yang masih punya 'kenangan' tentang vi...
mungkin vi memang sedikit mempertimbangkan dia sebagai prospektus - kandidat suami yang cukup baik... tapi... terus terang... kita tidak mempunyai hubungan yang cukup dekat selain dari masa lalu...
jika dia bilang dia pernah bertanya "apakah vi mau ikut dia 'keliling2'?" itu adalah suatu bentuk lamaran secara tidak langsung... well... well... sorry for you... vi bukan orang yang bisa membaca apa2 yang ada di balik kata2...
kalau pertanyaannya adalah "apakah kamu mau menikah denganku?"... well, mungkin vi akan memikirkannya... mungkin vi akan menimbang2... dan mungkin vi akan dengan tegas menjawab tidak atau mungkin vi dengan desperado bilang iya... :D
tapi... kalaupun misalnya kamu menganggap vi orang yang menyenangkan karena selama sekitar 60 menit kita berbincang lewat telpon... hei! kamu bisa jadi salah! karena vi bukan seperti itu... vi itu sering ngambek, vi itu sering jadi cengeng, vi itu manja dan vi itu pemalas...
dan tentu saja jangan menyimpan bayangan tentang vi 15 tahun yang lalu atau vi 7 tahun yang lalu... karena.... hell! i changed a lot and there are many things about me that you dont know...
dan terus terang... dari pembicaraan kita yang 'sebentar' itu... vi sudah banyak menangkap prinsip hidup yang berbeda antara kita berdua... contohnya adalah... istri adalah sebagai pelayan suami dan suami adalah penyedia nafkah satu2nya di keluargamu nanti...
haha... vi bilang kan kemaren ke kamu... kamu bisa bayar seorang pembantu dengan hanya 300 ribu sebulan kalau kamu cuma pengen disediakan handuk kalau kamu pengen mandi, disiapkan pakaian setelah kamu selesai mandi untuk pergi ke kantor atau disediakan teh manis setiap kali kamu pulang kantor... huhu... bahkan kamu gak akan mendapatkan itu semua klo kamu harus memperistri vi... :b
jadi sebenernya vi kasian sama dia... tapi... hei... apa hebatnya vi untuk kasian sama dia... toh, katanya dia juga sudah menemukan seseorang yang cocok untuk bisa seperti apa yang dia mau di diri seorang istri kan?
lalu vi?
vi masih 'berjuang' memperjuangkan cinta vi... :D
dan vi juga masih terikat dengan masa lalu vi yang lain... :D
semoga pada saatnya nanti vi akan berhasil dalam perjuangan cinta vi dan vi akhirnya bisa melepaskan diri dari memori masa lalu dan berbahagia atas semuanya... :)
No comments:
Post a Comment