me... today...
seperti yang Indah bilang klo postingan aku isinya campur aduk... alesannya sih karena keseringan menunda2... dan males... dan lebih tertantang dengan maen farmville atau cafe world di Facebook... :D
jadi hari ini mo nulis campur aduk lagi karena ada beberapa hal yang pengen aku sharing:
-
tentang Quite Mindsejak kemaren ‘mengdeklarasikan’ klo mo mencoba mempraktekan “Quite Mind” – sebenernya ada hubungannya sama persiapan pernikahan yang bakalan dibahas di topik selanjutnya...
idenya adalah memulai untuk tidak berkomentar dalam batin tentang segala hal yang aku liat dalam keseharian aku...
susah bo`
sejak ngantor di Thamrin, dan kebetulan beberapa hari ini bos lagi tugas keluar kota, aku tiap hari pergi dan pulang naek busway atau transJakarta klo mo pake namanya yang lebih bener... tapi lebih enak nyebut busway karena terasa lebih familiar...
entah kenapa orang2 yang naek busway rata2 beringasan... pada gak sabaran dan berebutan tempat duduk...
including me i supposed...
padahal... kan naek busway gak macet jadi relatif lebih cepat dong, so... gak usah desek2an nanti juga pasti ada busway yang lewat lagi... selama belum jam 10 malem, karena dibandingin naek bis biasa, pasti lebih cepet naek busway kan?
jadi kenapa harus mencuri2 antrian dan mendesak2 ke depan?
trus soal tempat duduk, kenapa cewek2 atau ibu2 selalu bernapsu untuk dapet tempat duduk?
emang sih... berdiri di busway gak enak... karena kadang supirnya nyetirnya gak enak... kita jadi terombang-ambing...
akibatnya... aku jadi terpengaruh bwat gak sabaran... terburu2... dan secara sadar atau gak sadar selalu berkomentar sendiri... entah karena kedesek ma orang dibelakang, bete sama ibu2 atau cewek2 yang tau2 nyuri antrian dan ngedesekin aku juga, bete ma bapak2 yang gak sopan suka ngedorong2... kebauan bapak2... sirik sama bapak2 yang koq gak sopan duduk, sementara banyak cewek yang berdiri... :D
itu cuma tentang antri dan tempat duduk... belum lagi tentang orang2nya... hehehe... sebenernya i love to see people style, terutama cewek2 modis yang berstoking dan berok pendek... *ppeennggeennn... untung sih masih nyadar diri... :D *
gak mesti komentar negatif sih... tapi koq aku bawaan jadi iri gitu... hehehe...
intinya sih... aku terlalu banyak berkomentar di dalam hati...
klo gak berkomentar dan diomongin ke orang sih... aku relatif bisa lah ngontrolnya, tapi untuk stop komentar di dalam hati... alias ngebatin, jujur belum bisa...
makanya... sekaranglah waktunya untuk memulai...
pernah aku baca... katanya bwat latihan paling gampang supaya pikiran [mind] kita sibuk sendiri adalah dengan membaca mantra... dan klo bwat orang islam, mungkin lebih cocok dengan berdzikir... tapi karena konsentrasi dengan dzikir, gak perlu lagi bwat ngeliat sesuatu dan berkomentar... hehehe... secara teori bisa, tapi prakteknya tetep aja... our mind wandering kemana2... dan mata yang melihat langsung ngirim signal ke otak yang langsung aja dikomentarin si pikiran... :P
sempet ngebatin – ih... should i go blind? halah! that’s really a dangerous mind! we dont have to experience things like that if we can just shut our mind off!...
tantangannya adalah dengan melihat, bisa gak kita gak komentar?
klo tutup mata gak komentar – yah gak komentar karena gak tau... ya gampang banget, lagian mo komentar apa juga... secara gak tau apa2 gitu loh... :P [sstttt... padahal beberapa orang melakukannya... ngeliat juga gak... komentar paling hebat... :D ]
tapi bwat latihan mungkin bolehlah... kita memalingkan pandangan ke tempat yang netral aja... atau baca buku misalnya, kan lebih bermanfaat tuuhh...
yang perlu diingat adalah kita bukannya menjadi “buta” dan gak peka lingkungan...
kita tetap melihat dan memperhatikan... tapi terimalah semua sebagai fakta... tanpa adanya ‘komentar’ yang cenderung adalah olahan dari persepsi kita sendiri... yang menilai yang men-judge... apa yang kita lihat,
begitu bukan? jujur deeehhh... klo kita komentar, apakah kita tau ‘fakta’ sebenernya? karena sesuatu yang kita komentari belum tentu kita kenal... jadi tau apa kita koq komentar?
walaupun mungkin bwat awal2... kita jadi gak konsen... eeehh... klo gak konsen bukan karena ini kallliii yaa... tapi karena emang pada dasarnya aku suka gak konsen, jadi lupa deh minta kembalian pas kemaren beli tiket busway... :b
pasti penasaran ya apa hubungannya antara “Quite Mind” sama persiapan pernikahan? eehhmm... nantinya, aku belum merasa sekarang waktu yang tepat untuk sharing tentang hal ini...
yang pasti i need that practicing... and one of the reason is the wedding ceremony... :D
sebenernya tujuannya sih bukan sekedar untuk persiapan pernikahan – banyak hal yang berhubungan dengan “Quite Mind” tapi... yang paling dekat adalah acara pernikahan, so... mumpung ada maksud, mulailah dipraktekan... :D
-
tentang Effort and Resultdi NLP kita belajar untuk bisa mengontrol pikiran kita... karena banyak hal yang mudah dan sederhana menjadi berat dan kompleks karena pikiran kita membuatnya seperti itu...
tapi kita juga gak bisa enak sendiri...
jadi bagaimana caranya untuk sinkronisasi antara keinginan untuk mudah dan sederhana [ artinya gak ada beban ] dengan tujuan yang pengen kita capai...
aku tadi kepikiran seperti ini...
semua hal pasti membutuhkan effort, effort means kerja keras...
siapa bilang kita gak perlu kerja keras, tentu perlu... kecuali klo kita memang bisa mempraktekkan ‘Law of Attraction” by doing nothing... but i dont buy that...
even LOA needs efforts! lots of them...
tapi... efforts tersebut bisa dibuat mudah dan sederhana... supaya tidak menjadi beban...
bagaimana caranya?... yaitu dengan mengotak-atik pikiran kita, tujuan yang jelas, motivasi yang kenceng...
tapi jangan berharap semua keinginan bisa tercapai tanpa kerja keras, bull s*%# itu namanya... gak akan bisa...
just like me... gak mungkin kalau dengan seperti sekarang terus aku akan bisa bisnis sendiri dan menulis buku... karena effort aku Nil untuk hal itu SEKARANG... karena banyak alasan... banyak banyak alasan...
jadi buang alasan, lakukan sesuatu!
-
tentang pekerjaan dan cita2have found i my new comfort zone? klo iya.. gak terlalu comfort2 amat juga siihhh...
am i comfort? or am i enjoy? – that questions were on my friend’ status a couple of days ago.
so what is your aswer? – yang jelas siihh... i’m not that enjoy kerja disini... tapi klo dipikirin sisi positifnya dengan pemasukan yang tetap setiap bulan, kerjaan gak terlalu repot... belum terlalu repot... tapi... banyak tapinya... masalah sama bos [aren’t everybody? :P ], klo gajian telat mulu... cuti yang dipotong terus, manajemen yang gak jelas dan segala macem masalah laennya... tapi ya mo kerja dimana aja kan pasti ada masalah...
klo cuma ngomongin tentang masalah, pasti bisa deehh... handling problems... but then there are my dreams... klo gak memulai untuk melakukan hal2 yang diperlukan untuk mewujudkan keinginan2 itu, sampaikan kapan aku cuma bermimpi? aku pengen kenyataan bukan sekedar mimpi...
dan aku gak merasa yakin klo aku tetep kerja seperti sekarang mimpi2 aku bakalan bisa terwujud, karena i need time to do my things that i need to make my dreams real...
so i need to quit my job, and i will do my things, and also i have to make my self earning monies... that’s why i want to leave this comfort zone behind... i want to be comfort and happy... and of course pleased with my self to do job with my heart and with all my competence...
this is an email i received yesterday:
(Inspirasi Hari Ini #42) Bernilai Tinggi
Posted by: "Hingdranata" hnikolay@xxx.net.id
Wed Oct 28, 2009 5:42 pm (PDT)
Inspirasi Hari Ini #42
Bernilai Tinggi
Oleh: Hingdranata Nikolay
Terlalu banyak orang tergantung pada nilai 'gaji', bukan pada NILAI DIRI
atau kompetensinya.
Ketergantungan ini mempersempit pilihan, membuat kita serba takut akan
masa depan, dan serba menuntut demi keamanan masa depan.
Gaji adalah hal penting, tapi tingginya NILAI masa depan kita serta
keamanan dan jaminan masa depan, lebih ditentukan NILAI DIRI kita.
Saat kita digaji 1 juta, bekerjalah dengan NILAI DIRI 2 juta.
Selalulah tentukan sendiri NILAI DIRI di atas gaji kita.
Naikan terus kemampuan dan pengetahuan, berapapun gaji kita.
Kalau tidak sekarang, tinggal soal waktu, gaji kita akan sesuai NILAI
DIRI kita!
Sukses bukan otomatis hak semua orang.
Sukses adalah hak orang dengan NILAI DIRI yang pantas untuk sukses itu.
BE VALUABLE!
Have a positive day!
Hingdranata Nikolayjadi selama merasa punya kompetensi yang cukup untuk mewujudkan mimpi-ku, kenapa juga merasa takut untuk memulai...
yang namanya rejeki kan udah ada yang nentuin, jadi ayo dimulai!
aarrgghh... sebenernya masih ada 2 topik lagi yang mo aku bahas, tapi udah capek mikir... lagian udah panjang banget... ntar bosen yang baca...:P
see you when i see you...